Meniru, Bukan Menantang

Jejak Anies - Ketika terjadi pengeroyokan tragis hingga menewaskan seorang perantau di Morowali karena tuduhan pencurian, atau saat beredar sayembara warga berhadiah untuk menangkap begal di Bandung, kita sering kali terperangah melihat rapuhnya ketertiban sosial kita. Ditambah lagi dengan kasus pencuri ayam yang tewas diamuk massa di Bali serta santri yang terluka akibat salah sasaran karena dituduh begal, semua ini menunjukkan satu gejala yang sama: hilangnya kepercayaan publik pada jalur resmi.

Namun, warga yang main hakim sendiri di jalanan sesungguhnya bukan sedang menantang hukum. Mereka sedang meniru. Rakyat sedang meniru cara republik ini memperlakukan aturannya sendiri di tingkat paling atas. Mereka menyaksikan bagaimana aturan boleh diubah jika mengganggu kepentingan segelintir orang, ditunda jika merepotkan pengelola negara, atau bahkan dilangkahi jika tujuannya demi melanggengkan kekuasaan. Rakyat tidak belajar dari pidato-pidato yang menggelegar dari atas podium; mereka belajar dari keputusan nyata negara yang dipertontonkan setiap hari.

Efek tular kerusakan ini tidak boleh kita abaikan. Kerusakan hukum di negeri ini tidak merambat naik dari bawah, melainkan menetes turun dari pucuk kekuasaan. Satu pelanggaran di tingkat atas memberikan pembenaran bagi ribuan orang di bawah untuk ikut melanggar.

Padahal, yang membedakan negara dari sekadar kerumunan massa bukanlah karena negara memiliki kekuatan fisik yang lebih besar. Negara berbeda karena ia seharusnya menaati aturan yang dibuatnya sendiri. Hanya atas dasar kepatuhan itulah, rakyat secara sukarela menyerahkan kewenangan penegakan hukum dan urusan balas-membalas kepada negara. Ketika teladan kepatuhan itu hilang dari atas, rakyat pun kembali mengurus persoalan mereka dengan kekuatan otot masing-masing.

Kita tidak bisa memperbaiki kondisi ini dengan terus meminta rakyat untuk menahan diri, sebab stok kesabaran mereka kini telah menipis. Pemulihan harus dimulai dengan mengembalikan teladan nyata dari pucuk kepemimpinan.

Ads
Lebih baru Lebih lama