Tolak Warga Hanya Jadi Penonton, Anies Baswedan Suarakan Pembangunan Berbasis Gerakan


Jejak Anies - Anies Baswedan menyoroti arah pembangunan dan gaya kepemimpinan di Indonesia dalam acara refleksi satu tahun perjalanan inisiatif "Aksi Bersama". Dalam pantauan di lokasi acara, Anies secara konsisten menekankan urgensi mengubah paradigma pembangunan dari pendekatan programatik menjadi pendekatan gerakan atau movement.

Dalam pemaparannya, Anies mengkritik pendekatan programatik yang selama lima dekade terakhir sering diterapkan oleh negara. Pada pendekatan ini, sumber daya, rencana, dan eksekusi sepenuhnya dikendalikan oleh penyelenggara, sehingga rakyat berakhir hanya sebagai penonton yang tidak diikutsertakan. 

Sebaliknya, ia mendorong pendekatan gerakan yang terbukti menumbuhkan rasa kepemilikan (ownership) masyarakat dalam menyelesaikan suatu masalah bersama-sama. Ia mencontohkan sejarah awal kemerdekaan, seperti kampanye pemberantasan buta huruf era Bung Karno yang secara otentik mengajak seluruh warga negara untuk ikut membantu.

Fokus utama Anies dalam acara ini menyoroti keberhasilan kolaborasi warga dalam membangun jembatan di berbagai wilayah pelosok secara gotong royong tanpa memandang batasan gender. Menurutnya, pembangunan jembatan bukan sekadar menyambungkan dua ujung sungai, melainkan menyambungkan harapan dengan keputusasaan, serta kemajuan dengan ketertinggalan. 

Pembangunan infrastruktur di pelosok ini dinilai krusial untuk mengatasi ketimpangan struktural yang membiarkan masyarakat terisolasi dari akses fundamental, seperti fasilitas kesehatan.
Lebih lanjut, Anies memberikan sorotan khusus kepada para pemuda yang terlibat langsung sebagai relawan tanpa dibayar dalam inisiatif tersebut. Keterlibatan sukarela di usia belia ini dicatat oleh Anies sebagai bentuk investasi masa depan yang akan menumbuhkan bibit kepedulian seumur hidup.

Sebagai penutup, Anies memberikan catatan tajam terkait kepemimpinan publik. Ia mengingatkan bahwa seseorang yang memegang kewenangan tidak otomatis memiliki seluruh pengetahuan. Oleh karena itu, Anies menegaskan perlunya pemimpin untuk selalu menghormati ilmu pengetahuan dan para ahlinya, serta memperbanyak porsi bertanya daripada sekadar memberikan perintah satu arah

Ads
Lebih baru Lebih lama