Jejak Anies - Suasana haru dan penuh antusiasme menyelimuti Kampung Kemerleng, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, pada Jumat (24/7/2026). Kedatangan Anies Rasyid Baswedan menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat dalam peresmian Titian Persatuan Kemerleng, sebuah jembatan gantung yang dibangun melalui semangat gotong royong dan dukungan donasi dari masyarakat Indonesia melalui Humanis Project dan Aksi Bersama.
Jembatan ini bukan sekadar konstruksi fisik yang menghubungkan dua tepian sungai. Kehadirannya menjadi jawaban atas akses yang sempat terputus akibat bencana alam pada November lalu. Selama berbulan-bulan, warga Kampung Kemerleng mengalami kesulitan mobilitas yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, khususnya bagi petani kopi dan anak-anak sekolah. Kerusakan tersebut memaksa warga menempuh jalur alternatif yang jauh lebih sulit.
Dalam sambutannya, Anies Baswedan menyoroti inisiatif warga yang memilih turun tangan secara langsung untuk membangun akses penghubung tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi kolektif ini membuktikan kepercayaan warga terhadap sesama masih menjadi kekuatan utama di tengah keterbatasan sarana publik. Prosesi peresmian dilakukan secara simbolis melalui pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, yang kemudian diikuti dengan penyeberangan perdana oleh perwakilan kelompok tani dan warga setempat.
Kehadiran Titian Persatuan Kemerleng ini memulihkan akses transportasi harian warga. Bagi masyarakat Kemerleng, jembatan ini menjadi instrumen vital dalam mendistribusikan hasil tani serta menopang kelancaran aktivitas rumah tangga. Meskipun tantangan geografis dan dampak sisa bencana masih membayangi wilayah tersebut, keberadaan jembatan ini secara nyata mengubah pola mobilitas warga menjadi lebih aman dan efisien. Acara peresmian ditutup dengan pengibaran bendera merah putih di lokasi jembatan, menandai babak baru bagi konektivitas wilayah Linge.
